Oleh: rekamkesehatan | 21 Februari 2009

KUPAS TUNTAS PP No.88 Tahun 1999 terkait aturan di Bidang Kesehatan

Tentang tata cara pengalihan dokumen perusahaan ke dalam microfilm atau media lainnya dan legalisasi.
Undang-undang ini diterbitkan sebelum adanya UU Informasi dan Transaksi Elektronik, akan tetapi fungsinya bisa saling melengkapi. Jika pada UU ITE lebih kearah keabsahan transaksi menggunakan teknologi , pada PP ini tentang proses peralihan dari manual ke elektronik. Peraturan pemerintah ini diterbitkan dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 16 UU no 8 tahun 1997 tentang dokumen perusahaan. Memang tidak bisa disamakan antara dokumen medis dengan dokumen perusahaan. Pada dokumen perusahaan cenderung lebih fleksibel dalam proses pemusnahannya. Seperti pemusnahan obat, pemusnahan dokumen rekam medis juga perlu kebijakan yang dapat memayungi staff operasional di lapangan maupun stakeholder yang ketiban sampur akibat makin padatnya dokumen rekam medis.

Dokumen perusahaan sendiri seperti dituangkan dalam PP tersebut adalah data,catatan dan atau keterangan yang dibuat dan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya,baik tertulis diatas kertas atau sarana lain maupun terekam dalam bentuk corak apapun yang dapat dilihat , dibaca atau didengar. Legalisasi yang dimaksud adalah tindakan pengesahan isi dokumen perusahaan yang dialihkan atau ditransformasikan ke dalam microfilm atau media lain, yang menerangkan atau menyatakan bahwa isi dokumen perusahaan yang terkandung didalam microfilm atau media lain tersebut sesuai naskah aslinya. Pada pasal 5 ditegaskan bahwa pimpinan perusahaan wajib menyimpan naskah dokumen asli dokumen perusahaan yang telah dialihkan ke dalam microfilm atau media lainnya , dalam hal dokumen tersebut masih:
– Mempunyai nilai pembuktian otentik
– Mengandung kepentingan hukum tertentu
Hal yang dapat dijadikan bahan kajian bagi teman-teman praktisi hukum kesehatan dan rekam medis terdapat pada Bab 10, bahwa pengalihan dokumen perusahaan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan teknologi yang memenuhi standar ketetapan dan kelengkapan sehingga dapat menjamin hasil pengalihan sesuai naskah asli dokumen yang dialihkan. Dengan pengalihan dokumen tersebut pimpinan perusahaan wajib menjaga keamanan proses pengalihan agar:
– Dokumen pengganti sama dengan naskah aslinya
– Mikrofim tersimpan awet dalam jangka waktu tertentu
– Dokumen hasil pengalihan dapat dibaca atau divetak kembali diatas kertas.
Selain tersebut diatas, yang paling penting adalah proses legalisasi dan berita acaranya. Dalam PP in idiatus dalam pasal 13, dimana dijelaskan secara rinci mulai dari proses legalisasi maupun teknis pemusnahannya.

BAHAN DISKUSI
1 Bagaimana kaitan PP tersebut dengan UU ITE maupun Permenkes 269/Menkes/Per/III/2008?
2. Aspek hukum dokumen medis
3. Keabsahan dokumen yang telah dialihkan ke media elektronik tetapi mempunyai kualitas yang kurang baik.

By Yoyok-simkes


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: